Makassar, — Kedekatan dengan masyarakat menjadi kekuatan utama Ashabul Kahfi, anggota MPR RI dari Fraksi PAN, dalam menyosialisasikan nilai-nilai kebangsaan. Dalam kunjungannya ke Bajiminasa, Kota Makassar, Ashabul Kahfi tak hanya menyampaikan materi Empat Pilar, tapi juga membuka ruang dialog yang hangat dan membumi bersama warga setempat (10/9).
Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pentingnya memahami dan mengamalkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita ingin nilai-nilai kebangsaan ini tidak hanya berhenti di ruang seminar atau buku pelajaran. Ia harus hadir di rumah-rumah warga, di warung kopi, di media sosial, dan di hati kita semua,” ujar Ashabul Kahfi.
Ia menegaskan, pendekatan dialogis menjadi kunci agar masyarakat merasa dilibatkan, bukan digurui. Dalam sesi tanya jawab, warga Bajiminasa mengangkat beragam isu aktual seperti maraknya ujaran kebencian, krisis toleransi antarumat, dan tantangan pemuda di era digital. Semuanya ditanggapi secara terbuka dan solutif oleh Ashabul Kahfi.
Tokoh-tokoh masyarakat yang hadir pun menyambut baik pendekatan ini. Menurut mereka, kehadiran Ashabul Kahfi bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai sahabat diskusi yang bisa memahami aspirasi dari bawah.
“Beliau datang bukan sekadar bicara dari podium, tapi mendengarkan. Itu yang kami butuhkan dari wakil rakyat,” ujar salah satu tokoh pemuda setempat.
Dengan kegiatan ini, Ashabul Kahfi berharap masyarakat Kota Makassar bisa menjadi contoh kawasan yang tidak hanya memahami Empat Pilar, tetapi juga menjalankannya dalam kehidupan sosial yang harmonis dan inklusif
