Kemenaker Siap Sediakan SDM Mahir guna Industri di KIT Batang

Kemenaker Siap Sediakan SDM Mahir guna Industri di KIT Batang

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan RI telah mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di beberapa industri yang berada di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, di Batang pada hari Selasa(23/1), menyampaikan komitmen pemerintah dalam melakukan pembinaan dan pelatihan sumber daya manusia lokal secara masif.

Tujuan dari inisiatif ini adalah agar tenaga kerja lokal dapat bersaing secara kompetitif dengan tenaga kerja dari luar daerah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan industri di Kawasan Industri Terpadu Batang. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri dan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas di wilayah tersebut.

“Industri di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang memiliki kompetensi tinggi karena sudah berskala internasional, sementara faktanya profil tenaga kerja masih timpang baik tingkat pendidikan maupun belum terlatih. Oleh karena itu, apabila kita tidak siapkan kompetensi SDM lokal maka warga daerah hanya akan menjadi penonton saja,” ucapnya, dikutip dari antaranews.com, Kamis (25/1/2024).

Menurut Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, salah satu langkah untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh perusahaan adalah dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kini telah memiliki training need analysis, yaitu proses menentukan jenis pelatihan yang sesuai secara sistematis untuk diberikan kepada karyawan. Analisis ini akan membantu memastikan bahwa pelatihan yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan konkret perusahaan dan sektor industri di Kawasan Industri Terpadu Batang.

Dengan pendekatan ini, diharapkan para tenaga kerja lokal dapat memiliki keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan tuntutan industri, meningkatkan daya saing mereka, dan pada gilirannya mendukung pertumbuhan sektor industri di wilayah tersebut.

“Jadi kami tidak akan melatih sesuatu atau kompetensi pada calon tenaga kerja yang tidak dibutuhkan oleh industri. Hal utama untuk peningkatan kesejahteraan warga adalah dengan melakukan penyerapan tenaga kerja,” tegasnya.

Caswiyono Rusydie Cakrawangsa menyebutkan beberapa perusahaan yang dijadwalkan akan beroperasi pada tahun 2024 di Kawasan Industri Terpadu Batang. Beberapa di antaranya adalah pabrik sepatu Yih Quan Footwear Indonesia, pabrik kaca KCC Glass, Samator Indo Gas, dan Unipack.

Adapun untuk menyiapkan tenaga kerja yang memenuhi kebutuhan industri, sebanyak 1.000 orang calon tenaga kerja telah mendapatkan pelatihan pada tahun 2023. Jumlah ini merupakan bagian dari sekitar 7 ribu orang yang telah terdata dan siap untuk terlibat dalam industri di Kawasan Industri Terpadu Batang. Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa tenaga kerja lokal memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang akan beroperasi di wilayah tersebut.

“Kami memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja untuk industri di KITB pada 2030 dapat mencapai 19 ribu orang. Saat ini, kami merekrut sekitar 400 orang yang bekerja di pabrik sepatu Yih Quan dan diperkirakan akan masuk lebih dari 6.500 tenaga kerja,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *