Menulis dengan tangan dapat meningkatkan koneksi kognitif

Menulis meningkatkan Kognitif

Jakarta – Sebuah penelitian telah menemukan bahwa kegiatan menulis tangan dapat meningkatkan koneksi kognitif.

Di era di mana ribuan orang beralih ke perangkat pintar untuk membuat daftar belanjaan mereka, dan di mana siswa cenderung menggunakan perangkat pintar mereka untuk mengetik catatan di kelas daripada menulisnya, serta masyarakat sering kali lebih memilih untuk mengetik atau mendikte pengingat kalender ke ponsel pintar mereka daripada menuliskannya di kalender dinding.

Singkatnya, orang di seluruh dunia dan dalam berbagai pengaturan utamanya menggunakan perangkat digital untuk mencatat hal-hal yang ingin diingat, dikutip dari antaranews.com, Kamis (8/2/2024).

Ternyata, hal tersebut mungkin tidak menguntungkan. Sejumlah bukti menunjukkan bahwa menulis tangan dapat merangsang koneksi otak yang lebih kompleks dan berbeda dalam proses pengkodean informasi baru serta membentuk ingatan.

Dikutip dari Psychology Today, studi terbaru yang mendukung gagasan ini dipublikasikan bulan lalu dalam jurnal Frontiers in Psychology. Para peneliti di Norwegia meminta mahasiswa universitas untuk menulis kata-kata individu menggunakan pena digital di layar sentuh atau menggunakan satu jari untuk mengetik, sambil mengukur aktivitas otak mereka menggunakan elektroensefalogram (EEG) berkepadatan tinggi.

Mereka menemukan bahwa pola konektivitas otak jauh lebih kompleks dan luas bagi peserta yang menulis dengan tangan daripada mereka yang mengetik. Hal ini menandakan bahwa gerakan tangan yang terkontrol dengan cermat saat menulis menghasilkan pola spasial dan temporal di otak yang memfasilitasi proses pembelajaran.

Penelitian ini menjadi tambahan pada sejumlah besar penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa menulis tangan mengaktifkan otak dengan cara yang berbeda dari bentuk mencatat informasi lainnya.

Sebuah tinjauan sistematis tahun 2022 yang dilakukan oleh seorang mahasiswa doktor di Universitas Louisville mengumpulkan data dari 33 studi untuk mengevaluasi apakah mencatat dengan tangan dibandingkan dengan mengetik memengaruhi prestasi siswa pada tes.

Hasil tinjauan tersebut menunjukkan bahwa siswa yang membuat catatan dengan tangan mencapai skor yang jauh lebih tinggi pada kuis tentang materi tersebut dibandingkan dengan siswa yang mengetik catatan. Namun, manfaat dari menulis tangan tidak hanya berlaku bagi siswa saja.

Menurut sebuah studi pada tahun 2021 oleh para peneliti Jepang, peserta yang mencatat informasi acara kalender pada kalender kertas menunjukkan aktivitas otak yang lebih tinggi daripada peserta yang mencatat informasi yang sama ke dalam ponsel pintar ketika mereka mencoba mengingat detail tentang informasi tersebut nanti.

Selain itu, peserta yang menulis di kalender mereka mampu mengingat informasi tersebut 25 persen lebih cepat daripada mereka yang mengetikkannya ke dalam ponsel pintar.

Studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa menulis tangan memiliki peran penting dalam perkembangan otak anak-anak. Penelitian tersebut melibatkan anak-anak pra-literasi berusia lima tahun, yang diminta untuk melakukan kegiatan menulis, mengetik, dan melacak huruf saat menjalani pemindaian MRI fungsional.

Siswa yang menulis dengan tangan adalah satu-satunya yang menunjukkan aktivitas otak dalam sirkuit otak yang digunakan dalam pembelajaran membaca.

Selain menulis, membaca juga memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah menguatkan kemampuan otak. Namun, disayangkan bahwa budaya membaca di Indonesia masih kurang. Menurut data dari PISA (Programme for International Student Assessment) pada tahun 2022, Minat Baca Buku di Indonesia berada di urutan ke-70 dari 81 negara yang dipantau.