Presiden Ekuador, Berjanji Menindak Tegas Geng Pembuat ONAR

Presiden Ekuador, Berjanji Menindak Tegas Geng Pembuat ONAR

Jakarta – Presiden Ekuador, Daniel Noboa, menyangkal bahwa pemerintahnya sedang melakukan kampanye tanpa pandang bulu untuk memburu dan membunuh anggota geng. Negara Ekuador ini terus dilanda kekacauan dan kekerasan yang mematikan selama seminggu, yang diakui oleh Presiden Noboa sebagai bentuk perang.

Dalam wawancara pertamanya sejak kekacauan dimulai Senin lalu waktu setempat, pemimpin Ekuador berusia 36 tahun ini menyatakan tekadnya untuk menghentikan negaranya menjadi “negara narkotika”. Dia meyakini bahwa satu-satunya cara untuk mewujudkannya adalah dengan tindakan keras terhadap kelompok kejahatan terorganisir yang membawa “teror” ke dalam sistem penjara dan jalanan di Negara Ekuador.

Label Ekuador sebagai negara yang damai di Amerika Selatan, pada kenyataanya dalam lima tahun terakhir negara ini mengalami peningkatan drastis dalam tingkat pembunuhan, dikutip dari Theguardian.com, Minggu (14/1/2024).

Tercatat rekor 7.878 pembunuhan pada tahun lalu, di mana kartel Meksiko dan kelompok mafia asing mendirikan kamp di wilayah tersebut yang merupakan jalur utama penyelundupan narkoba.

“Kami tidak akan memburu orang dan membunuh mereka, tapi kami sedang berperang melawan orang-orang yang bersenjata lengkap, terorganisir, dengan dukungan keuangan domestik dan internasional serta struktur teror dan kriminalitas yang menjangkau lebih jauh dari Perbatasan Ekuador”, tegas Noboa.

“Kami berjuang setiap hari agar kami tidak menjadi negara narkotika,” tambah Noboa, yang dilantik pada tahun 2023 lalu. “Saya yakin kita bisa memenangkan [perang ini] dan saya tidak akan berhenti berjuang sampai kita menang.”

Baca juga :

Sekelompok Geng Menyerbu Stasiun TV di Ekuador

Pernyataan tersebut diberikan oleh Presiden Noboa saat ia berkunjung ke Guayaquil, kota terbesar di Ekuador. Guayaquil mengalami kekerasan terburuk pekan lalu ketika anggota geng melancarkan serangkaian serangan yang tampaknya terkoordinasi dengan baik di seluruh Ekuador. Serangan tersebut mencakup peledakan bom mobil, pembakaran kendaraan dan bangunan, serangan bersenjata, serta penyanderaan para sipir.

Guayaquil, sebagai kota pelabuhan Pasifik yang ramai, memiliki peran penting dalam penyelundupan kokain. Amerika Selatan, Amerika Serikat dan Eropa menjadi target pemasarannya. Kota ini menjadi perebutan beberapa geng bersejata selama beberapa tahun silam.

Pada hari Selasa waktu setempat, aksi kelompok geng bersenjata juga menyerang stasiun TV dan melakukan penyandraan pada beberapa orang. “Saya berjanji hal ini tidak akan terjadi lagi,” Noboa bersumpah saat mengunjungi stasiun TV tersebut yang penuh dengan bekas tembakan. Pasukan khusus kepolisi Ekuador akhirnya berhasil membebaskan jurnalis yang disandera dan melakukan 13 penangkapan.

Namun, hanya beberapa jam setelah Noboa memberikan pernyataan tersebut, ada laporan tentang kekacauan yang terus berlanjut. Setidaknya enam narapidana dilaporkan melarikan diri dari penjara setempat pada Jumat malam. Di kota Cuenca, lebih jauh ke selatan, terdengar suara tembakan dan ledakan dari penjara lain pada Sabtu dini hari.