Sosialisasi Empat Pilar di Makassar, Anggota MPR RI Ashabul Kahfi Soroti Pentingnya Ketahanan Nilai Kebangsaan di Era Digital

Makassar. — Anggota MPR RI, Dr. H. Ashabul Kahfi, M.Ag, kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang bertempat di Vaan In Sky, Kota Makassar, pada Rabu (12/2). Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, termasuk kalangan pemuda, mahasiswa, dan tokoh masyarakat yang memiliki perhatian terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Kahfi mengangkat pentingnya ketahanan nilai kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Ia menilai, kemajuan digital yang tidak diimbangi dengan pemahaman kebangsaan yang kuat dapat memunculkan berbagai tantangan baru, seperti disinformasi, intoleransi, hingga menurunnya semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika harus mampu menjadi pedoman dalam menyikapi perubahan zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dinilai relevan untuk membangun karakter masyarakat yang adaptif namun tetap berpegang pada jati diri bangsa.

“Perkembangan teknologi tidak bisa kita hindari, tetapi harus kita arahkan agar sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan. Empat Pilar menjadi fondasi penting agar masyarakat tidak kehilangan orientasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Kahfi.

Ia juga menekankan bahwa ruang digital saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat, sehingga etika berbangsa tidak hanya diterapkan dalam kehidupan nyata, tetapi juga dalam interaksi di dunia maya. Penguatan literasi digital yang berlandaskan semangat kebangsaan dinilai penting untuk menciptakan ruang publik yang sehat dan konstruktif.

Melalui sosialisasi ini, Kahfi berharap masyarakat dapat semakin memahami serta menginternalisasi nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam memanfaatkan teknologi secara bijak demi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah arus globalisasi.